Wednesday, December 7, 2016

Jalan-Jalan ke Bromo-Malang: Sebuah Cerita dan Pelajaran

Assalamu'alaikum wr.wb

Rasanya udah lama banget nggak nulis sesuatu di blog ala-ala ini...

Karena sering gabut di kantor, kerjaan lagi sepi dan bingung mau ngapain,,so Here I am... bertemu dengan dunia tulis menulis lagi...

Sekitar dua mingguan yang lalu kurang lebih tanggal 18 November... Aku jalan-jalan melepas semua penat yang ada bersama seorang teman yang sangat aku cintai dan kasihi yang selalu mendengar kegalauan hati #eaaaaa bernama WULANDARI yang lebih sering aku sapa BEB atau SAY hahahhaa.

Nggak ujuk-ujuk juga kita pingin holide bersama... karena jauh-jauh hari kita emang punya suatu hasrat atau keinginan untuk nge-glandang ke Bromo. Beb Wulan udah sering aku mention tiap kali ada iklan liburan ke Bromo pake paket A, B, C mungkin sampe beliau bosen dan ngerasa keganggu dengan ke-remponganku.  Terlebih lagi emang susah nentuin jadwal liburan bersama, karena bebeb emang orang syiibuuk pfffft.... Tadinya mau ngajak satu lagi anggota Ngglandangerz si Chera tapi beliau sedang sibuk mempersiapkan diri untuk masa depannya #eaaaaaa.

Akhirnya setelah hasrat dan keinginan pergi ke Bromo semakin membuncah #tsaaaaah, tercetuslah ide nekat nentuin tanggal padahal si bebeb sibuk banget ngurusin kerjaan (Aku berasa jadi pengganggu banget..haha). Panjang lebar komunikasi hanya dengan WA, akhirnya bebeb kontak temen kenalannya si Agan temennya nge-Kaskus yang adalah seorang travel agent. Demi efektifitas waktu, diputuskan pakai jasa si Agan temennya bebeb aja biar semua semakin mudah.

Setelah meet up menyusun Itinerary ke Bromo-Malang, selang beberapa hari kemudian bebeb dengan rela hati bertugas booking tiket kereta api Stasiun Yogyakarta Tugu-Gubeng Surabaya, dan Malang-Yogyakarta Tugu yang pada akhirnya akan jadi "sejarah yang takkan terlupakan" huahahahha


Tanggal 18 November kami bergegas menuju stasiun yang kala itu diguyur gerimis rintik-rintik...

Tepat jam 16.30 kereta melaju dengan syahdunya menuju surabaya..
Mulailah obrolan dengan Bebeb ngelantur sana-sini (biasa obrolan ceweks)...

Ada cerita unik saat sampai di stasiun Solo Balapan..

"beb kayaknya aku pernah ngeliat mas-mas yang pake jaket biru itu deh.." Sambi nunjuk mas-mas yang nak turun dari kereta.

Jebulnya mas-mas yang turun dari kereta tadi adalah temanku di dunia maya yang belum pernah ketemu sama sekali ..tapi Aku ngeh kalau itu dia (ingatan ini emang ajaib)...dan kok ya bisa ketemu nggak sengaja gitu..eaaaaa

Setelah menempuh perjalanan sekitar 5 jam (ini cepet banget rasanya), akhirnya sampailah di stasiun Gubeng dan langsung menghubungi Agan yang mungkin sudah menunggu lama..

Kami berdua clingak-clinguk mencari si Agan yang akhirnya memperkenalkan dirinya dengan nama mas Pram,  sambil melewati bapak-bapak taksi yang dengan giat menawarkan jasanya..

Jebreeet akhirnya ketemu juga dengan si Agan dan langsung bergegas.. belum juga nyalain mesin mobil, tiba-tiba ada bapak-bapak taksi dengan beberapa gerombolonnya di belakang mobil,  mengira bahwa si Agan adalah oknum taksi online. FYI di area Stasiun Gubeng haram hukumnya taksi online ngangkut penumpang. Aku dan bebeb cuma bisa mlongo dan was-was tapi untung si Agan dengan cool-nya mengahadapi si bapak yang akhirnya percaya kami adalah teman Agan. Slamet-slamet nggak jadi di kroyok..byyuuuuuh!

Perjalanan dilanjutkan langsung menuju kawasan wisata Bromo dengan melewati pemandangan malam kota Surabaya, Sidoarjo dan Pasuruan. Di perjalanan karena rasanya lelah letih lesu lunglai, sesekali ketiduran dan akhirnya kami semua sampai di lokasi naik Jeep menuju Sunrise Bromo.

Udara dingin sudah mulai terasa dan saatnya mengejar Matahari...

Perjalanan melewati tanjakan tajam ..belok kiri kanan serasa jalanan KKN dulu (move on..move on -_-)  melewati gurun pasir yang bikin encook..,alamak punggungku!!..ternyata Aku sudah tua dan belum nikah #eh (apa hubungannya)  huahahahah.

Sesampainya di spot sunrise, kita berdua harus berjalan sebentar dan menaiki berpuluh-puluh tangga.. nggak usah khawatir ngelak (red: haus), banyak warung berjejeran menyediakan minuman hangaat yang akan menghangatkan hari-harimu #badadumtsssss.

Pfffft ada hal yang baru Aku sadari selama ini setelah sampai di spot sunrise, nafas akika pendek dan gampang ngos-ngosan ;( but it was so good as it kept my body warm di udara yang ademe puoool..

Karena weekend, tentu saja spot sunrise Bromo ini dipenuhi oleh turis lokal dan manca negara yang siap mengabadikan moment terbitnya matahari di atas gunung Bromo. Ada-ada saja kelakuan mereka, ada yang sampai menaiki pagar yang jelas-jelas berbahaya . Yang jelas saat itu semua tumplek blek..sedikit sumpek...maklum, akhir pekan.

Dan beginilah penampakan suasana penantian munculnya Matahari yang menyinari dunia ini...



muka bantal belum mandi di kerumunan wisatawan :p 


Mbak-mbak selfie ramai-ramai ..eyke pingin ikutan padahal #eh



Indahnya ciptaan Allah 


Bebeb in pose


berpose bak cawagub kampanye :p

Jangan lupa beramal (jadi tukang poto dadakan)




Gara-gara keasikan menikmati sunrise dan cekrak-cekrek sana-sini, kita jadi telat sholat shubuh. Astaghfirullah maafkan aim ya Allah ;( 

Sebelum turun, kami menyempatkan sholat shubuh di pendopo dekat spot sunrise dengan terlebih dahulu mengambil air wudhu yang dinginnya Masya Allah. For the first time in forever, Aku ngerasain gimana rasanya tangan hampir beku dan berasa ditusuk jarum. Usai sholat subuh, kami segera bergegas menuju tempat wisata selanjutnya yaitu kawah Bromo.

Perut rasanya krucuk-krucuk alias lapar, akhirnya mampir sebentar di gubug warung kopi yang menyajikan aneka gorengan dan minuman panas. Bebeb dan Agan kompak sekali memilih mendoan sementara eyke anti mainstream memilih pisang jumbo yang rasanya so..so..Perjalanan dilanjutkan menuju ke kawah Bromo dan pura. Kembali lagi menuruni jalanan berliku, seberliku cerita hidupku#eaaaa .

 Sepanjang perjalanan sang driver Jeep, mas-mas yang kita lupa nggak tanya namanya, menceritakan tentang asal-usul suku tengger di Bromo. Nah! ini ni namanya piknik harus nambah wawasan donk yes :p. Si mas driver Jeep bercerita bahwa pada jaman dahulu kala #tsaaaaah. Wilayah Bromo dihuni oleh sekumpulan orang suku Tengger yang merupakan umat Hindu pada jaman Majapahit. Ketika agama Islam masuk, mereka menolak untuk memeluknya sehingga mereka melarikan diri dan bermukim di daerah Bromo. Suku Tengger di ambil dari nama Dewi Rara Anteng dan Raden Jaka Seger. Selanjutnya mas driver Jeep (jahat amat nyebutnya ih pika ih) bercerita tentang ritual khusus yang dilaksanakan di daerah kawah Bromo yaitu upacara Keshada dengan mempersembahkan binatang hidup yang langsung dilempar ke arah kawah sebagai persembahan. Lebih lanjut mas Jeep (tambah jahat nyebutnya) menceritakan bahwa persembahan tersebut berupa sesajian dan hewan-hewan seperti, ayam, kambing, dll.

Mas Jeep menawari kami untuk berhenti di salah satu bukit untuk melihat lebih dekat gunung Bromo, tapi karena namanya bikin baper (red: Bukit Cinta) makanya emoh berhenti. Eh nggak dink, kita nggak berhenti karena males aja naik dan nanti capek karena masih banyak wisata yang harus kita kunjungi.

Tiba saatnya kami meng-eksplor kawah Bromo yang saat itu tertutup kabut tebal. Banyak bapak-bapak menawarkan jasa naik kuda karena katanya jarak dari Jeep parkir dengan anak tangga kawah Bromo cukup jauh, sekitar 2 KM. Duh pak! cuma 2 KM mah nggak seberapa dibanding jarak penantian yang harus aku tempuh selama 24 tahun menantikan si "dia" (baper lageeee) . Akhirnya dengan cap cip cup kembang kuncup bersama beb Wulan, kami sepakat untuk tidak menaiki tangga menuju kawah karena baunya yang menyengat dan kita takut capek. Idih sok princess!.

Dan beginiliah akhirnya kami yang hanya sanggup berada di kaki kawah Bromo



misi naik ke kawah = Failed!


ngobrolin masa depan hahaha


candid shot ala,,ala
Kami lupa mengabadikan foto pura yang berada di kawasan Bromo karena memang saat itu tertutup kabut dan kami malah sibuk membersihkan sensor kamera yang kotor (tukang poto amatir detected). Next destination, kita langsung meluncur ke padang savana and this is my kind of favorite place so far. 


Hijaunya bukit teletabis dan macho-nya Jeep = Perpaduan sempurna 

I feel free (princess Ala-Ala)

Ini dia penampakan Agan yang sabar mengantar kita wara-wiri
Padang savana ini MasyaAllah indah...hijau dan adem. Aku dan bebeb duduk-duduk manis sambil mengagumi indahnya ciptaan Allah. Dan lagi kita kasihan sama Agan yang sepertinya kurang tidur jadi kita biarkan beliau istirahat sejenak lalu kami lanjut ngerumpi dan bikin Vlog ala ala youtuber tapi gagal -_- hihihihih. 

Karena waktu semakin siang, terpaksa kita membangunkan Agan untuk melanjutkan perjalanan ke kota Malang. Maafkeun gan! 

Setelah mandi dan Touch up kita langsung Cuzzzz ke destinasi selanjutnya yaitu kota Malang. Karena perut keroncongan nggak ketulungan, si Agan mengajak kami mampir di warung bakso hitz di kota Probolinggo yaitu Bakso Eddy.


Bakso Eddy (source http://www.duniawidya.com/)

Bakso Eddy enaak (source http://www.duniawidya.com/)


Review soal rasa: sebagai penggemar bakso, memang bakso Eddy ini recommended karena rasa dagingnya mantap. Ada beberapa jenis bakso didalam satu mangkok: bakso urat, bakso goreng, bangso telur, dan bakso alus.  Wajar kalau bakso ini ramai dipadati pengunjung terlebih saat melihat di dinding warung bakso ini, ada banyak testimoni dan foto artis yang pernah menyantap bakso ditempat ini. Juarak! 

Setelah kenyang, kami melanjutkan perjalan menuju kota Malang. Di dalam mobil kami sibuk menentukan destinasi wisata mana lagi yang harus di sambangi mengingat waktu sudah semakin siang. Tadinya aku dan bebeb pingin banget ke Museum Angkut, tapi karena waktu sudah mepet akhirnya batal. So, akhirnya Agan bilang kalau ada tempat hitz anak muda Malang yang instagramable yaitu kampung warna Jodipan. Dengan hanya membayar tiket senilai 2 ribu rupiah, kita sudah bisa jungkir balik foto sampai memori kamera penuh. Beginilah penampakan kampung warna Jodipan.



indahnya kampung jodipan yang berada di bawah rel kereta api

Salah satu rumah warga yang disulap menjadi lebih menarik

melet-melet, siapa tau ada yang kepelet eheeem :p
Salut buat para penggangas ide kampung warna Jodipan ini, selain bisa menjadi objek wisata yang menarik di sisi lain juga memberdayakan ekonomi warga sekitar. Joss lah! 

Setelah puas mewarnai hidup di kampung Jodipun (elaaah), kita bersiap sholat ashar di Masjid Agung Jami Malang yang Masya Allah begitu menentramkan. Jadi saran aja buat kaum mislimin dan muslimah yang hobi traveling ke suatu kota, agendakanlah mengunjungi masjid Agung di kota tersebut karena tentunya akan semakin memperkaya pengalaman spiritual kita #subhanalllah ukhti.

Indahnya desain exterior masjid Agung Malang (sumber: http://zuhriwafa.blogspot.co.id/)

interior masjid dengan tiang kayu bergaya jawa yang unik (sumber: google)

There is something deep inside that I can't even explain ketika sholat di masjid ini, begitu menentramkan dan begitu sejuk rasanya.  Aku dan beb wulan menghabiskan waktu yang lama di masjid ini sebelum kami pulang ke Jogja. Kami hanya duduk di serambi masjid sambil memandang ke arah alun-alun yang kala itu nampak ramai dan kala itu gerimis sehingga menambah ke syahduan sore menjelang maghrib. Kita disini sepertinya sudah habis tenaga untuk ngobrol karena rasanya capek. Iya capek, sampai-sampai senderan tembok saja bisa ketiduran. HiHii. Usai sholat maghrib, karena sepatu bebeb basah, doi lupa nyingkirin sepatunya biar nggak keujanan.  Solusi terbaik adalah beli sendal, dan Agan langsung mengantar kami ke salah satu pusat perbelanjaan. Wuiiih namanya peyempuan, liat-liat barang bagus rasanya pingin borong aja. Tapi No! cukup bebeb aja yang beli sendal. Karena hasrat belanja tidak tersalurkan, akhirnya kita beli es krim favorit sejuta umat (Red: McD), kebetulan ada varian baru yang belum di coba, Matcha Top (yummy) dan kok ya nyobanya kebetulan jauh-jauh harus di Malang -_- hahahha. Es krim saja tidak cukup! akhirnya kita makan di salah satu gerai ayam ala-ala Olive kalau di Jogja yang rasanya di Alhamdulillah-in aja. 

Tidak terasa, aku dan beb Wulan harus kembali ke Jogja. Agan mengantar kami ke stasiun Malang dan saatnya berpelukan...eehhh berpamitan hahahah. Thanks to Agan Pram yang sudah sabar mengantar wanita-wanita alay ini plesiran ;)

Kereta Malioboro Express akan berangkat ke Jogja pada pukul 20.00 dan kami yang anak rajin ini sudah sampai stasiun sekitar pukul 19.00. Langsung saja check in di counter print tiket. Bebeb Wulan langsung memasukkan kode bookingan dan pesan di layar monitor membuat kami menganga " Maaf, kode booking Anda sudah kadaluwarsa!” Weleh, ini mesti ada yang salah. Beb Wulan mengulang lagi kode bookingan dengan membaca secara seksama dan hasilnya sama, tiket kadaluwarsa!. Bebeb langsung bergegas menuju ruang Customer Service yang kala itu terlihat beberapa embak-embak yang sedang antri mau complaint. Giliran bebeb yang langsung selonong masuk, sementara aku nunggu di luar sambil harap-harap cemas. Jeng..jeng..jeng.. Bebeb dengan muka sedikit blank nya lansung ngomong.

" Kita salah booking tiket...duh! pokoknya duit mu tak ganti wis say

Jadi ternyata tiket pulang yang kami beli itu bookingannya salah tanggal. Harusnya kami booking tiket pulang untuk tanggal 19 November namun ternyata di tiket tertulis tanggal 18 November yang adalah hari keberangkatan kami. Ya kali mau ngasih tau Agan lagi..wong udah dadah-dadah syantikkkk. hahaha. Itulah tricky-nya booking online harus benar-benar hati-hati melihat tanggal yang kita pilih. Tapi aku paham betul saat itu bebeb pikirannya bercabang, mikirin kerjaan yang banyak dan harus aku bebani untuk booking tiket dan malah tak ajak liburan. Maafkan beb :(

Bebeb ini nggak enakan banget orangnya, dia maksa mau nuker uang karena dia merasa bersalah. I say Big No! kita sama-sama harus menanggung kesalahan toh kita sudah saling menaruh kepercayaan dan nggak mungkin aku dengan enaknya nerima uang bebeb. Lagi pula sebelumnya aku juga sudah mbatin "nanti kalau ternyata begini,,,begini ..gimana ya?" hahaha  dan iya akhirnya terjadi. Aku nganggap ini bukan kesalahan, tapi ini bagian serunya traveling. Ada saja kejadian yang tak terduga yang justru jadi cerita seru!

Untunglah hari itu hari Sabtu dan tidak banyak orang yang  melakukan perjalanan kembali ke Jogja. Aku dengan polosnya bilang "apa kita naik travel aja beb pulangnya?" Bebeb yang memang wanita cerdas, Brain, Beauty, and Behavior ini langsung memberikan solusi jitu untuk membeli tiket Go Show (nggak terlintas dipikiran ini sama sekali karena panik) dan untung masih available. Problem solved and let us laughed. hahahhaa

Kereta Malioboro Express yang dinanati-nanti akhirnya datang juga. Kami bergegas menuju gerbong dengan langkah yang tergopoh-gopoh karena mata sudah berat dan tubuh sudah lelah #tsaaaah. Duduklah kami dihadapan 2 orang ibu-ibu yang berasal dari Klaten dengan ramahnya mengajak kami berdua mengobrol. Kursi kereta nampak selo alias lapang dan kami bisa melenggang kangkung memilih kursi kosong untuk dijadikan tempat tidur. Asiiik!

Tapi tiba-tiba negara api menyerang. Saat enak-enaknya tidur, ada seorang bapak-bapak yang tiba-tiba membangunkan dan kemudian berkata;

"mbak maaf ini kursi saya, ini gerbong 2 kan?"

Dengan muka ngantuk dan masih mencoba fokus, aku langsung saja menyangkal

"bukan pak ini tempat duduk saya dan temen saya "

Kemudian terjadi dialog yang lumayan panjang. Intinya sih eyel-eyelan haha. Bapak tersebut menunjukkan tiketnya dan memang benar ternyata kami yang salah, setelah bebeb Wulan mengecek tiketnya, ternyata kami harusnya berada di gerbong 1. Alamaaaak maluuu!  Ini rasanya pingin nyalahin kondekturnya yang ngecek, kok ya kami nggak disuruh pindah ditempat duduk seharusnya. Apa karena kursi nampak lengang dan akhirnya kurang teliti? wis lah mbuh lah.

Dengan masih menanggung rasa malu, Kami berjalan dan berpindah ke gerbong  yang seharunya yaitu gerbong 1. Dalam proses perjalanan, Aku melihat ada 2 orang mas-mas lagi debat dengan mbak-mbak geng sosialita yang tidak duduk pada tempat yang seharusnya.Wis to mbak pindaho!

Sampailah Aku dan beb Wulan di gerbong 1 dan tadaaa ada bapak-bapak yang sedang tidur dengan lelapnya di bawah, disela-sela kursi. Nggak enak sih mau bangunin tapi ya gimana, kita harus duduk. Akhirnya si bapak bangun dan kita langsung saja memulai percakapan " pak maaf ini kursi kami" kataku.Si bapak yang masih belum fokus lalu mengeluarkan tiketnya dan menunjukan no kursi dan gerbongnya.

"wah ini mesti double booked ni, harusnya kami duduk disini" Kataku yang sedikit sensi.
"nggak mungkin mbak kalau bookingnya double, coba liat tiketnya dulu" kata bapak-bapak diseberang.

Bebeb lalu mengecek tiket kami dan weleeeh ternyata tempat duduk kami yang benar adalah di kursi seberang tempat bapak yang tidur tadi duduk. Isiiiiin Reeeekk...udah salah ngeyeeel.. dan dengan berbesar hati kami meminta maaf ke bapaknya. Malah kita akhirnya tidak duduk dikursi yang seharusnya karena terlihat beberapa kursi kosong melompong. Time to sleep and wake up in Jogja!

Tepat pukul 04.30, Minggu 19 November kereta sampai di Stasiun Tugu and it's time to say Goodbye to Bebeb!

Trip kali ini sangat berkesan karena trip ini dilaksanakan saat kita sudah sama-sama sibuk #cieee.. Susah menyesuaikan jadwal tapi karena emang kita niat, pasti jadi! 

This is not the ending, kita masih akan melangkahkan kaki mengelilingi bumi ciptaan Allah. Melihat kebesaran dan keajaiban yang Allah ciptakan. Melihat dunia yang lebih luas lagi. Belajar dari kehidupan yang nyata.. jangan terkungkung di dunia sendiri..

So, Will you join us for the next trip?

Can't wait for February,,,

See you....




 

Welcome to my little world .. Template by Ipietoon Cute Blog Design